[One Shot] Gone

” In the place where memories rest, even in the warmth left at the tip of my fingers. You are there, you are there. Your scent, your face “

Untitled-1

Title : Gone || Casting : Choi Sooyoung, Kim Minseok – Xiumin || Sub Cast : SMEntertaiment || Rate : 17 (Teenagers) || Genre : Romance, Angstr, Friendship || Disclaimer : ©Cast milik Tuhan || Lenght : 3635 words

Semua orang akan bilang bahwa hidupnya adalah sangat sempurna, terlalu sempurna hingga oerang lain akan menyalahkan Tuhan yang sudah berlaku tidak adil hingga memberikan semua kesempurnaan itu padanya.

sooyoung-my-spring-day-filming-sooyoung-37495837-500-699

Wajahanya teramat cantik dengan kulit putih susu, bibir merah darah, hidung runcing dan mata cokelat yang besar dan bersinar. Tubuhnya juga menjadi impian semua gadis, tinggi kurus dan dengan S line yang sempurna. Dia lahir di kelurga berpendidikan dan terhormat, ayahnya adalah seorang ketua yayasan di sebuah Universitas nomor satu di Korea sedangkan ibunya dalah aktifis untuk sebuah gerakan sosial.

Tapi .. walaupun semua orang iri padanya, ada satu hal sederhana namun membuat semua kesempurnaan hidupnya terasa pahit dan kosong saja. Dia memang lahis dengan kedua mata yang bisa memandang indahnya dunia, namun saat usinya menginjak sepuluh tahu sebuah penyakit menghampiri tubuhnya dan dengan terpaksa dia kehilangan kemampuan melihatnya.

Choi Sooyoung, 23 tahun, adalah gadis remaja yang masih berusaha nampak ceria dengan kekurangan yang membuat siapapun yang mengenalnya menjadi ikut bersedih. Sooyoung memang buta, tapi dia tidak tuli. Dia tahu apa yang dibisikan orang-orang saat tahu dia tidak bisa melihat, dia tahu setiap malam orang tuanya akan menangis jika memandang sosoknya yang berpura-pura terlelap. Dan Sooyoung tidak mau menyerah dnegan smua belas kasih dari orang-orang di sisinya. Dia ingin menujukan bahwa kekurangannya tidak akan merubah apapun dalam hidupnya.

Dan untuk itu, Tuhan akan memberinya sebuah hadis istimewa untuk semua kesabaran yang sudah dia tunjukan. Hadih indah yang membuatnya lupa pada kekurangannya dan menjadiaknnya benar-benar menjadi gadis paling sempurna di dunia.

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

“ Youngie sayang, kau sudah siap? “

Nyonya Choi menaiki anak tangga sambil berteriak memanggil putri semata wayangnya.

“ Sebentar lagi, omma “

“ Omma boleh masuk? “ tanya Nyonya Choi yang sudah berdiri di depan pintu

“ Hmm, masuklah “

Begitu pitnu terdorong ke belakang, nampak sorang gadis sedang duduk di sisi tempat tidurnya sambil sedang berusaha mengikat rambut cokelatnya yang panjang melewati bahunya.

“ Sini biar omma bantu “

“ Terima kasih “

Sooyoung menyerahkan karetnya dan membiarkan sang ibu membantu mengikat rambutnya.

“ Pak Shin sudah menunggu lama? “ Sooyoung bertanya

“ Tidak juga, dia baru datang dua menit yang lalu “ jawab sang ibu, “ nah, sudah selesai. Kau tampa cantik sekali “

“ Terima kasih, omma “

Kedua gadis itu menuruni tangga lagi dengan snagat hati-hati dan melanjutkan berjalan menuju halaman depan tempat sebuah mobil sedan abu-abu menunggu mereka.

“ Selamat pagi, Nona Choi “ sapa sang supir

“ Selamat pagi, Pak Shin. Bagaimana perjalanan anda dengan appa kemarin? “

“ Sangat menyenangkan, Nona “

Sooyoung dengan mandiri naik sendiri ke dalam mobilnya sementara supir dan ibunya memandang dengan cemas, selalu seperti itu. Kemandirian Sooyoung terkadang membuat orang lain yang mencintainya ragu namun tetap tidak bisa melawan sikap keras kepalanya.

Sedan mereka sudah melaju di jalanan kota Seoul yang ramai tidak lama setelah itu, sepanjang perjalanan Sooyoung sesekali bercerita dengan Pak Shin namun kemudian dia mengambil headseat dan mendengarkan musik dari handphone miliknya.

Tuhan tidak pernah menutup mata pada siapapun makhluknya, selalu ada yang akan dia lebihkan jika dia mengurangi sesuatu dari diri kita. Dan karena itulah Sooyoung bercita-cita menjadi pemusik, sejak kehilangan penglihatannya dia justru menumbuhkan pendengarannya. Sooyoung cukup cerdas untuk menangkap dan memahami nada hanya dengan sekali dengar. Dia bisa menghafal sebuah melodi dengan cepat dan mudah, dan kemampuan bermusiknya sangat mengagumkan dibanding orang normal lainnya.

Sooyoung memejamkan matanya, membiarkan alunan lagu masuk ke telinga dan turun ke hatinya, memberinya sensasi damai dan bahagia. Dan sebelum dia menyadari, mereka sudah sampai di salah satu tempat kesukaannya.

“ Kita sampai, Nona Choi “

Sooyoung turun dengan hati-hati dan disambut seorang wnaita dewasa yang tampak anggun dan cantik.

“ Selamat datang, Nona Choi “

“ Selamat pagi, Taeyeon unnie, Nona Jihyun sudah datang? “

“ Sudah, kau datang tepat waktu “

Sooyoung tersenyum pada gadis yang lebih tua beberapa tahun darinya itu, dan setelah berpamitan pada Pak Shin keduanya masuk ke sebuah rumah besar bergaya klasik ala Eropa.

“ Duduklah, aku akan buatkan teh untuk kalian “

“ Kalian? “

Sooyoung mengerutkan dahinya dengan heran namun mengurungkan niatnya untuk bertanya saat dia mendengar langkah kaki menjauh darinya. Gadis itu akhirnya berusaha mencari tempat duduk di dekatnya. Namun mendadak langkahnya terhenti dan dia hampir saja terjungkal ke depan jika bukan karena sebuah tangan kuat dan hangat menangkapnya.

“ Kau baik-baik saja? “

Suara berat itu justru malah semakin mengejutkan Sooyoung dan membuatnya secepat mungkin menegakkan diri.

“ Maaf, aku tidak bermaksud menjatuhkanmu “

Suara itu sekarang terdengar heran daripada menyesal, dan entah kenapa Sooyoung tahu itu suara berat seorang pria.

“ Oh, tidak, aku yang salah, aku tidak melihatmu “

Setelah dibantu duduk oleh si pemilik suara berat tadi, Sooyoung memberanikan diri untuk bertanya dengan suara lirih hampir seperti bisikan.

“ Kau siapa? “

“ Oh, aku salah satu murid Nona Jihyun. Kau? “

“ Aku juga, tapi aku tidak pernah melihatmu sebelumnya “ pertanyaan itu menjadi aneh  baginya, “ maksudku, aku tidak pernah bertemu dneganmu sebelumnya “ Sooyoung membenarkan kalimatnya sendiri.

“ Aku ada di hari lain sebelumnya, tapi karena satu hal aku memindahkan jadwalku. “ kata si pemiliki suara berat.

Pria itu sejak beberapa menit yang lalu terus menatap Sooyoung tepat di kedua mata cokelatnya. Ada sesuatu yang membuatnya penasaran dan beberapa pertanyaan melintas di kepalanya namun dia tidak punya cukup keberanian untuk bertanya.

“ Apa ada kotoran di wajahku? “ Sooyoung bertanya

“ N-neh? “

“ Kau terus memadangku sejak tadi, apa ada yang aneh dengan wajahku? “

Pria itu menjadi panik, “ Tidak tidak, kau nampak cantik – maksudku tidak ada yang aneh  dengan wajahmu, yaa .. tidak ada yang aneh “

Sooyoung terkekeh geli, “ Tidak perlu merasa canggung, aku yakin kau juga menyadarinya sejak awal aku tanpa sengaja menabrakmu. Ya, aku memang buta “

“ Maaf .. “

“ Tidak tidak, tidak perlu ada yang dimaafkan Tuan ..? “

“ Xiumin, namaku Kim Minseok tapi kau bebas memanggilku Xiumin. Dan kau? “

3864f7ce34ce11e3999c22000ab5a928_8

“ Aku Sooyoung, Choi Sooyoung “

“ Senang berkenalan denganmu, Sooyoung, dan maafkan ketidak sopananku tadi “

“ Tidak, kau tidak melakukan kesalahan apapun Xiumin shi “

“ Panggil saja aku Xiumin, jangan membuatku canggung “

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

Cinta seperti angin, kau tidak bisa melihat tapi kau bisa merasakannya dan cinta juga seperti cegukan kau tidak tahu kapan akan datang dan kau juga tidak tahu kenapa bisa datang. Dalam cinta hanya hati yang berbicara, bahkan jika semua orang didunia ini bisa menolak apapun, dalam cinta kita tidak akan bisa memilih. Dengan kekurangan yang kita miliki, kita masih bebas dicintai dan mencintai.

Sooyoung mendapatkan teman pertamanya sejak terakhir kali dia masuk sekolah umum di usia sepuluh tahunnya. Dan perasaan bahagia yang lama dia rindukan muncul kembali dan menghangatkan seluruh tubuhnya. Tapi .. orang bilang diantara dua sahabat tidak boleh ada rahasia, tapi sebuah rahasia diantara mereka perlahan akan terbawa oleh angin dan terbuka dengan sendirinya.

“ Kau sudah datang? “ sambut Sooyoung dengan riang saat dia mendengar langkah kaki memasuki ruang tamu.

“ Kau mendengar langkahku? “ Xiumin terdengar kecewa

“ Tentu saja, kau memasuki halaman dengan suara langkah kaki yang paling berisik yang pernah aku dengar “

Xiumin cemberut saat dia duduk di sebelah sahabatnya,

“ Umin ah “ panggil Sooyoung

“ Mwo? “

“ Ah wae?, kenapa suaramu ketus begitu? “

“ Ani “

Sooyoung mengerukan wajahnya, “ Lupakan!!, tadianya aku ingin minta bantuanmu “

“ Bantuan apa? “

“ Lupakan, kau kan sedang marah padaku “

Xiumin menarik nafas dalam dan tersenyum manis, “ Tidak, sekarang aku sudah tidak marah lagi padamu “

“ Benarkah? “

“ Hmm, katakan bantuan apa yang kau butuhkan! “

“ Ada yang tidak aku pahamin dengan nada ini .. “

“ Yang mana? “

Sooyoung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati piano tua di dekat mereka. Dia duduk dan mulai memencet beberapa tuts lalu berhenti beberapa menit kemudian.

“ Kenapa berhenti? “

“ Entahlah, ada yang aneh dengan part ini, rasanya aku tidak bisa merasakannya “

“ Merasakan apa? “

“ Ada yang ganjil dengan part ini, kau tidak merasakannya? “ Sooyoung terdengar heran, “ lalu bagaimana kau bermain musik selama ini? “

“ Hanya tinggal memainkannya saja “

Suasana menjadi hening sejenak sebelum Sooyoung membuka mulut lagi, “ Umin ah, kemari sebentar “ Sooyoung melambai

Dengan patuh Xiumin berjalan mendekat dan berjongkok di depan bangku Sooyoung. Sebuah jitakan mendarat tepat di atas kepala si pria dan membuatnya terjungkal ke belakang.

“ Hya!!, kenapa kau memukulku, huh? “

“ Bagaimana kau bermain musik dengan begitu saja selama ini? Aku kecewa padamu! “

“ Lalu aku harus bagaimana? “ pekik Xiumin dnegan jengkel

“ Kemarilah “ Sooyoung menepuk tempat kosong di sebelahnya

“ Tidak, kau pasti akan memukulku lagi “

“ Tidak, cepatlah duduk disini “

Masih dengan kepalanya yang masih berkedut kesakitan, Xiumin dengan patuh duduk di sebelah sahabatnya. Tanpa mengucap sepatah katapun, sekali lagi Sooyoung memainkan jemarinya di atas tuts-tuts piano dan menghasilkan sebuah melodi sederhana.

“ Aku yakin kau juga tahu, ini melodi tunggal, masih ada nada lain yang bisa kau tambahkan “

Xiumin berfikir sejenak, “ Benarkah?, bagiku ini sudah terlihat cukup rumit “

“ Kalau begitu pejamkan matamu dan dengarkan dengan hati “

Xiumin tidak melakukannya dengan segera, untuk beberapa saat dia hanya terus menandang wajah Sooyoung yang nampak bahagia memainkan piano dengan kedua matanya yang terpejam. Ada sesuatu yang mengelitik hatinya setiap kali dia melihat kebahagian itu terpancar dengan indah dari wajah cantiknya. Ada gelombang kehangatan memeluk hatinya yang dingin setiap kali Sooyoung tersenyum padanya.

“ Cepatlah !! “ kata Sooyoung, menyadarkan Xiumin dari lamunannya.

“ Hmm “

Xiumin menutup matanya segera dan meletakan kedua tangannya terdiam di atas salah satu tuts, dia menungu dan terus menunggu. Mendengarkan dengan hati memang terasa aneh baginya, namun dia tetap mencoba. Dia mencoba mengabaikan suara yang masuk melalui telinganya dan mendengarkan ke dalam hatinya. Semula dia hanya bisa merasakan detak jantunya, namun tiba-tiba sebuah melodi muncul entah dari mana. Dan seolah terkena sirih, jari jemarinya bergerak dengan sendirinya, mengiringi permainan musik Sooyoung yang sudah dimulai sejak tadi.

“ Meskipun aku buta dan tidak bisa melihat kertas nada, tapi aku lebih suka mendengarkan dnegan hatiku dan semua melodi itu akan tergambar jelas di dalam kepalaku “

Xiumin berhenti, menoleh pada Sooyoung dan membelai puncak kepalanya dengan lembut, “ Terima kasih, sekarang musik berarti berbeda untukku “

“ Neh .. “

“ Ahk!! “

68558535

“ Kenapa? “

“ Bu-bukan apa-apa .. “ jawab Xiumin dengan suara gemetar

“ Bohong, kau terdengar kesakitan. Ada apa, Xiumin? “

Xiumin berusaha menahan desah kesakitan yang mendesak keluar dari mulutnya, berharap Sooyoung tidak bertanya lagi agar dia juga tidak harus menjawab dengan suara lemah. Tangan kanan Xiumin memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sangat nyeri dan menyakitkan. Sooyoung mencoba meraba-raba sahabat di sebelahnya, untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Namun dengan cepat tangan Xiumin menahan tangannya.

“ Apa yang terjadi?, kau memakan sesuatu, kan? “ Sooyoung bertanya dengan suara yang juga mulai bergetar

“ Ini hanya permen “

“ Permen? “

Xiumin mengambil sebutir permen dari sebuah toples tidak jauh dari jangkauannya, “ Buka mulutmu “

“ Ng? “

“ Katakan ahh “

“ Aah .. “

Xiumin menggit ujung satu dari permen dengan mulutnya dan mendekatkannya ke mulut Sooyoung. Gadis itu terhenyak sedikit namun tetap menerima dan menikmati permen yang disodorkan ke mulutnya dengan cara yang romantis.

Xiumin memundurkan kepalanya dan tersenyum kecil, mungkin jika Sooyoung tahu bahwa dia baru saja mencuri sebuah ciuman darinya, maka kepala Xiumin akan mendapat jitakan lebih banyak lagi. Namun dengan sebuah ciuman itu dia tahu, dia telah meyakinkan hatinya bahwa memang benar telah ada cinta yang tumbuh. Cinta yang berawal dari belas kasih, persahabatan kemudian menjadi rasa perduli dan ingin selalu bersama.

“ Terima kasih, permennya manis sekali “ kata Sooyoung riang

“ Hmm, manis sekali “

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

“ Kemana kau membawaku? “

Xiumin dengan hati-hati membimbing Sooyoung berjalan di sebuah jalan setapak yang membelah taman menjadi dua. Di sekeliling banyak lilin indah yang tertata dengan rapi, dan meskipun Sooyoung tidak bisa melihatnya, dia tetap bisa meraskan hangat di sekitarnya.

“ Aku ingin menunjukanmu sesuatu “

Mereka sampai di tengah taman yang berbentuk lingkaran dan Xiumin membiarkan Sooyoung duduk di satu-satunya kursi berlengan di sana.

“ Dengarkan sebuah lagu yang akan aku mainkan untukmu “

Dengan gugup Sooyoung hanya diam dan menunggu, sampai sebuah alunan nada tertangkap oleh telingannya. Yiruma – Kiss The Rain, lagu kesukaan Sooyoung, sebuah lagu indanh yang entah kenapa mengandung kesedihan di melodinya. Sooyoung memejamkan kedua matanya, mencoba mendengarkan dengan hati seperti yang biasa dia lakukan.

Lalu tiba-tiba musik berhenti di tengah jalan dan Sooyoung membuka mata dengan terkejut.

“ Ada apa?, kenapa berhenti? Xiumin? “

Terdengar sebuah suara tidak jauh darinya, “ Aku mencintaimu “

“ Xiumin?, kau .. “

“ Kau membuatku melihat musik dengan cara yang berbeda dan saat itulah aku tahu kau istimewa untukku. Kau membuatku mendapatkan yang selama ini tidak pernha aku milki, kau melengkapi hidupku yang hampir sempurna “

“ Terima kasih, Umin ah “ Sooyoung tersenyum manis, “ Terima kasih untuk menjatuhkan pilihan hatimu padaku, tapi .. aku ingin mengingatkanmu lagi, aku bukan gadis sempurna seperti yang lain, aku buta “

“ Kau tidak buta, kau hanya bisa melihat dunia dengan cara yang berbeda “

“ Aku? “

“ Hmm, kau melihat dunia dengan hatimu sehingga membuat apa yang terlihat buruk dimata orang lain semua bisa menjadi baik bagimu. Kau mengajarkan kepada kami yang bisa melihat dengan kedua mata kami bahwa jika kau berfikir dengan hati yang baik maka semua akan menjadi baik untukku “

“ Tapi apakah kau siap menerima semua keluh kesahku?, kau tahu bahwa aku tidak sekuat itu. Terkadang aku menangis sendiri karena mempertanyakan kekuranganku, aku juga menangis saat tahu orang-orang disekitarku menatapku dengan iba. Aku tidak sebaik yang kau bayangkan “

“ Karena itulah aku jatuh cinta padamu .. aku ingin menjadi orang yang bisa kau percaya untuk bersandar dan mengusap air matamu. Aku ingin menemani di setiap waktu kau merasa sedih “

“ Kau yakin? “

“ Dengan seluruh hatiku “

Sooyoung terduam cukup lama, menggerakan tangannya pertama kali dan mencoba menemuka ekspresi di wajah pria yang baru saja mengutarakan cinta padanya. Ada senyuman disana, dan walaupun dia tidak bisa melihatnya sendiri, dia tahu senyuman itu akan menjadi senyuman paling indah yang pernah dia lihat.

snsd sooyoung my spring days

“ Hmm, mari kita coba melengkapi satu sama lain “

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

Kebahagiaan tidak berlangsung lama, ibarat gelembung sabun yang berterbangan diudara kemudian pecah tanpa jejak, setelah mengutarakan perasaannya Xiumin menghilang begitu saja tanpa kabar, membiarkan kekasihnya dalam kesediahn dan terus berurai air mata.

Sooyoung berhenti berlatih di kediaman Nyonya Jihyun, tempat itu hanya akan mengingatkannya pada Xiumin yang sekarang entah dimaan. Sudah berbagai cara digunakan untuk bisa menemukan sedikit informasi tentang keberadaan Xiumin, tapi bagai ditelan bumi, pria itu menghilang tanpa kabar.

Dua bulan dilewati dengan kesedihan yang mendalam, bahkan sebelumnya tidak pernah Sooyoung menjadi semurung ini bahkan dengan kekurangannya. Hatinya yang selama ini menjadi alat lain selain matanya untuk melihat dunia kini telah terluka sangat dalam. Hati itu kini juga ikut buta dan lumpuh, maka hilanglah semua harapan Sooyoung untuk menikmati dunia.

Suatu sore yang mendung dengan rintikan hujan yang turun ke bumi, Nyonya Choi menghampiri putrinya yang sedang duduk di halaman belakang sambil mendengarkan suara hujan.

“ Youngie sayang? “

Sooyoung menoleh perlahan, “ Iya, omma? “

“ Sudah lama kau duduk disini dan memandang hujan, kau tidak mau masuk ke dalam, sayang? “

“ Tidak, aku masih ingin disini, omma “

Nyonya Choi duduk di sebelah putrinya dan membelainya penuh kasih, “ Kau baik-baik saja? “

“ Tidak sebaik dulu “

“ Maafkan kami yang tidak bisa melakukan apapun untukmu “

Sooyoung menggeleng perlahan dan tersenyum pada putrinya, “ Tidak, omma “

Nyonya Choi memandang putrinya dengan sedih, untuk beberapa saat mempertimbangkan pikiran di dalam kepalanya.

“ Youngie “

“ Neh, omma? “

“ Ada yang harus omma katakan padamu “

“ Apa itu? “

“ Kita sudah menemukan pendonor yang mau memberikan matanya kepadamu “

Sooyoung menoleh dengan cepat, “ benarkah? “

“ Hmm, kau bahagia? “

“ Hmm, omma, setidaknya aku akan bisa meliaht wajah omma dan appa lagi setelah sekian lama “

“ Kami juga berharap bisa melihat Sooyoung yang ceria lagi seperti dulu “

Sooyoung tidak menyadari, bahwa air mata telah menggenang di kedua pelupuk mata ibunya. Sesuatu yang masih disembunyikan ibunya terlalu berat untuk diutarakan, Nyonya Choi masih mencari waktu yang tepat.

“ Omma minta maaf, Youngie “

“ Untuk apa, omma?, tidak ada yang perlu dimaafkan “

“ Maafkan omma yang terlalu mencintaimu hingga membuat omma terlalu melindungimu “

“ Aku justru berterima kasih untuk semua itu, omma dan appa sudah menjadi orang tua yang menyempurnakanku “

Dan kedua anak dan ibu itu saling berpelukan, sama-sama menangis untuk alasan yang berbeda.

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

Hari ini sebuah pemakaman dipenuhi dengan banyak orang dan isakan tangis. Seseorang telah kembali kepada Tuhan dan meninggalkan kenangan indah bersama mereka yang ditinggalkan. Dan diantara benyak sosok yang berdiri di sana, ada seorang gadis yang menundukan kepalanya, hanya terdiam tanpa setetes air matapun membasahi wajahnya. Bukan karena tidak ada kesedihan yang dia rasakan tapi karena dia tidak mau mengotori mata yang baru saja dia dapatkan, yang baginya sangat berharga dan istimewa.

“ Sooyoung? “

Sooyoung berbalik dan melihat dua orang paruh baya mendekat padanya, gadis itu membungkuk dalam dan tersenyum.

“ Maafkan kami karena menyembunyikan semua ini darimu, Xiumin tidak ingin kau terluka “

Tidak sedikitpun gadis itu menghilangkan senyum kecil di wajahnya, meski hatinya sudah mati rasa namun dia tidak mau menambahkan kesedihan kepada orang lain di sekitarnya.

“ Tidak ada yang perlu dimaafkan Nyonya Kim, semua sudah menjadi takdir “

“ Dan kau adalah takdir terindah yang pernah putraku temukan “ kata Tuan Kim

“ Terima kasih, Tuan Kim “

“ Tidak, justru kami yang shearusnya berterima kasih padamu. Di saat-saat terakhir hidupnya, Xiumin akhirnya menemukan alasan untuk tersenyum dan bersyukur. Dia akhirnya bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang selama ini terasa lemah “ kata Tuan Kim

“ Dia sangat mencintaimu dengan seluruh hidupnya, setiap malam dia akan memberitahuku bahwa kau adalah gadis istimewa baginya dan suatu hari dia akan mengatakan perasaannya padamu. Tapi .. “ Nyonya Kim berhenti untuk menyeka air mata di pelupuk matanya, “ Saat tahu waktunya sudah tidak banyak lagi, dia tetap mengambil kesempatan untuk mengutrakan perasaannya padamu walaupun dia tahu pada akhirnya itu akan melukaimu. “

Saat itu ibu dan ayah Sooyoung datang dan bergabung bersama mereka.

“ Xiumin menelepon omma dan bilang ingin bertemu, dan saat itu dia bilang pada omma akan memberikan matanya padamu “

“ Omma pasti berat harus menyimpan ini sendiri “ kata Sooyoung lirih

“ Yang terberat adalah saat omma harus membohongi putri omma sendiri agar dia tidak terluka. “

“ Luka ini akan sembuh, walaupun membutuhkan waktu yang lama, tapi aku tidak akan bersedih dalam waktu yang lama, aku tahu Xiumin melihatku dari tempat yang jauh dan aku tidak akan mengecewakannya “

Nyonya Kim mendekati Sooyoung, memeluknya dengan erat sebelum menyerahkan sesuatu pada gadis yang telah dipilih putranya untuk dicintai dan dijaga bahkan hingga akhir hidupnya.

“ Dia memberikan ini sebelum dia pergi “

Sebuah surat berwarna cokelat diterima Sooyoung dari Nyonya Kim, sebelum dia membungkuk pada semua orang dan berjalan menjauh dari keramaian.

Untuk yang tercinta,

Sooyoung

 

Aku tahu kau sedang menangis sekarang, dan itu semua karena aku, aku berhutang banyak maaf kepadamu. Maaf karena telah menyembunyikan rahasia darimu, maaf karena menyakitimu, maaf karena meninggalkanmu dan maaf karena telah membuatmu sendiri. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin pergi tanpa memberitahumu tentang perasaanku, tapi aku juga tidak mau pergi dengan meninggalkan luka dihatimu.

Sooyoung ah, aku minta maaf tapi aku sangat mencintaimu dengan seluruh hatiku. Kau membuatku merasa sempurna setelah selama waktu ini aku selalu mengaggap aku begitu lemah karena hanya untuk sekedar merasakan detak jantungku saja aku tidak bisa. Ya, penyakit ini telah membuta jantungku lemah dan membuatku tidak berdaya. Tapi kau datang seperti sebuah obat dan membuatku bangkit dari hidupku yang suram.

Satu-satunya hal yang aku sesali sekarang bukan karena aku meninggalkanmu dan bukan karena kita sekarng berada di dunia yang berbeda. Penyesalan terbesarku adalah bahwa aku tidak menemukanmu lebih awal, bahwa aku tidak mencintaimu dengan lebih lama. Mungkin jika sejak dulu aku sudah menemukanmu dan mencintaimu, aku punya lebih banyak kenangan yang akan aku bawa ke surga.

Tapi aku meninggalkan satu hal untukmu, satu hal yang bisa mengantikanku menemanimu sepanjang sisa hidupmu, bahkan jika kau kelak menemukan cinta lain dan menikah. Mata itu aku titipkan padamu agar kau bisa melihat dunia dengan lebih nayta, namun seperti yang pernah aku katakan padamu dulu, aku berharap bahwa luka yang aku berikan tidak terlalu dalam hingga membuat kau berhenti melihat dunia dengan hatimu yang bersih. Mata itu akan menemanimu di setiap langkahmu setelah ini, dan anggap saja aku selalu disisimu. Lewat mata yang kuberikan padamu aku akan mengawasimu sepanjang waktu, menemanimu bahkan saat kau terlelap dan aku akan menjagamu agar tidak menangis.

Dan terakhir, aku akan mengatakan padamu sebuah rahasia yang aku buat sendiri. Kelak, di kehidupan kedua, aku sudah berjanji akan mencarimu kemanapun kau pergi dan tidak akan aku sia-siakan waktuku. Akan aku katakan padamu bahwa aku mencintaimu, walaupun kau akan mengatakan aku gila dan memandangku dengan aneh. Karena aku tidak mau kehilanganmu sekali lagi, aku terlalu mencintaimu.

Hiduplah dengan baik Choi Sooyoung, gadis yang paling berharga dalam hidupku. Aku tidak benar-benar meninggalkanmu, aku masih akan mengawasimu dari surga dan menjagamu dengan kedua mataku yang sekarang menjadi milikmu. Satu hal yang perlu selalu kau ingat, aku sangat mencintaimu dan selamanya akan selalu begitu.

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

Dunia telah banyak berubah sejak terakhir kali Sooyoung menggunakan matanya untuk melihat. Banyak hal yang telah tumbuh dan berganti, dan banyak hal yang ternyata berbeda dari yang sebelumnya dia bayangkan. Sooyoung mendapatkan mata barunya dan kembali melihat wajah kedua orang tuanya yang menatapnya dengan bahagia. Kini dia tidak menggunakan hati dan pendnegarannya lagi untuk melakngkah dan menjalani hiudpnya, ada kedua mata istimewa yang menemani setiap detik lembaran hidupnya yang baru.

Namun, seperti sebuah pepatah tentang kehidupan “ perlu banyak pengorbana untuk sebuah kebahagiaan “, Sooyoung benar-benar memahami itu.

chic_zig_zag_stripes_lines_love_heart_purple_white_photosculpture-r941043b6351b4cf3a3540cab72b6b0f2_x7sai_8byvr_512

17 thoughts on “[One Shot] Gone

  1. Choi Je Kyung berkata:

    Sudah ku duga kalau Xiumin yang bakal meninggalkan Soo eonnie. Sedih pas baca surat itu. Huhu~
    Lanjut dengan ff laim yah. Couple ini boleh di buat lagi gak? Jarang2 pairing ini aku baca 🙂

  2. Kumiko berkata:

    Ini diambil dr kisahnya di MV Jin gone kan? Yaampun terharu.. Tapi salut ama Sooyoung bisa ngikhlasin keprgian Xiumin ;-; biasanya kan terlalu terlarut dlm kesedihan/? ini ff singkat tapi nyess banget.. Nice ff kak.. Fighting!!

  3. sooexoyoung143 berkata:

    haa~pertama kalinya gue membaca ff xiumin sama sooyoung..
    wahh ceritanya keren ^^ gue suka banget kyaaaa~

  4. ayukdam berkata:

    Ampe nangis baca.ny…
    Suka deh ama karakter soo…walau ditinggal orang yang kita cintai kita tidak boleh sedih yg berkepanjangan…
    Ahhh ini mirip mv.ny yg dibintangin xiumin kan yaaa

Tinggalkan komentar untuk Imajiners

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s