[Oneshot] Back To December

“ I’d go back in time and change it but I can’t.

So if the chain is on your door I understand “

 poster1

Title : Back To December || Casting : Choi Sooyoung, Kim Jongin – Kai || Sub Cast : SMEntertaiment || Rate : 17 (Teenagers) || Genre : Romance, Angstr, Friendship, SongFic || Disclaimer : ©Cast milik Tuhan || Lenght : 3174 words

 

“ Kau akan datang? “

Dua orang wanita muda yang kira-kira berumur 26 tahun dengan pakaian kerja yang rapi sedang duduk dan menikmati makan siang mereka di salah satu meja sebuah kafe tidka jauh dari kantor mereka.

“ Kemana? “ kata si rambut cokelat

“ Ke acara reuni SMA kita “ jawab si rambut pirang

“ Entahlah, aku belum memutuskan “ si rambut cokelat tersenyum pahit

“ Kenapa?, ada yang membuatmu ragu? “

“ Hmm, sesuatu yang kau juga tahu, Jess “

“ Kau masih tidak bisa menemuinya, Soo?, setelah lima tahun ini? “

6331646033_25ee951b7d

Dua gadis bernama Sooyoung dan Jessica itu meneguk kopi hangat mereka sebelum kembali melanjutkan perbincangan diantara mereka.

“ Tidak mudah bagiku, penyesalan itu masih terus menghantuiku “ kata Sooyoung

“ Tapi ini sudah lima tahun setelah kalian berpisah, kau bahkan tidak berusaha membuka hati sedikitpun untuk pria lain “ kata Jessica yang terdengar putus asa.

“ Ada yang menghalangiku, sesuatu yang membuatku tidak bisa membuka hatiku dengan mudah sekarang ini “

“ Seseuatu itu hanya akan berakhir jika kau mencari cara untuk menyelesaikannya. Jika kau terus diam dan bersembunyi, maka kau tidak akan pernah mengakhiri apapun “ kata Jessica dengan senyuman hangat pada sahabatnya.

“ Yeah,, mungkin aku akan mencoba “ kata Sooyoung lemah

“ Aku akan selalu disini untuk membantumu “

“ Terima kasih, Jess “

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Sooyoung memandang bayanganya di depan cermin besar di kamarnya sendiri dengan gugup. Sesekali berputar untuk memastikan semua yang melekat ditubuhnya tampak baik-baik saja.

2011ggtourcalendarsooyoung

“ Nona Choi? “, terdengar suara dari balik pintu kamar

“ Iya, bibi Song? “

“ Nona Jung sudah menunggu anda di bawah “

“ Katakan padanya aku akan turun dua menit lagi “

“ Baik, Nona “

“ Terima kasih, bi “

Sooyoung berjalan mendekat ke meja di sebelah tempat tidurnya, mengambil sesuatu yang berkilau dari sana.

“ Butuh keberanian yang aku kumpulkan dalam waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan ini .. “ katanya dalam suara lirih hampir seperti bisikan, “ aku hanya ingin mengakhirinya dengan baik, tanpa melukaimu lagi “

Dua menit kemudian Jessica bisa mendengar langkah kaki menuruni tangga dan saat itu sahabatnya mucnul dalam balutan gaun hitam yang cantik dan anggun.

“ Kau sudah siap? “ Jessica bertanya

“ Aku sedikit gugup dan .. ragu “

“ Tidak apa-apa jika kau gugup, tapi kau tidak boleh ragu, ini kesempatanmu “

Sooyoung menarik nafas dalam, “ Baiklah, aku siap “

Kedua gadis dalam balutan gaun indah itu melangkah keluar dari rumah dan beberapa menit kemudian mereka sudah meluncur di tengah jalan raya yang ramai dan penuh dengan mobil-mobil yang sibuk lalu lalang.

Keduanya berhenti di sebuah pesta taman yang mulai penuh dengan beberapa orang. Nampak beberapa lampu menerangi meja, kursi dan orang-orang yang asik mengobrol, alunan musik lembut juga menemani setiap langkah mereka.

“ Sooyoung ah, Jessica!! “ pekik seorang pria tampan yang melihat mereka berdua berjalan masuk.

“ Siwon oppa!! “ Jessica melambaikan tangannya dengan semangat dan menarik Sooyoung untuk mendekat.

“ Yahh, lama sekali tidak melihat kalian berdua, kalian menjadi semakin cantik sekarang “ puji Siwon

“ Terima kasih, oppa “ kata Sooyoung

Kemudian Siwon memanggil beberapa orang lain dan semenit kemudian segerombulan besar sedang mengobrol di sekitar meja makanan.

“ Aku masih tidak percaya Baekhyun benar-benar bisa mendapatkan Taeyeon “ kata Kris

“ Dia berusaha sangat keras “ kata Taeyeon dengan malu-malu

Kelompok teman lama itu terhanyut dalam obrolan masa lalu mereka, beberapa candaan dan tawa terdengar diantara mereka, membuat suasana menjadi nyaman dan hangat.

“ Oh itu dia, Kai sudah datang “

Seketika itu juga seluruh tubuh Sooyoung menjadi kaku dan senyumnya menghilang. Semua kenangan pahit yang selama ini sudah dia simpan rapat-rapat di sudut hatinya kembali terbuka begitu saja. Sooyoung berbalik perlahan, memandang sosok seorang pria di kejauhan yang mendekat ke tempatnya berdiri.

Dan ingatan beberapa tahun lalu seolah terputar lagi di kepalanya, seperti sebuah gulungan film lama yang muncul di sebuah layar besar.

Flashback on,,

Saat itu bulan september dan udara mulai menjadi sangat dingin, Sooyoung duduk sendirian di taman dan menundukan kepalanya. Sesuatu telah terjadi padanya dan hal itu membuatnya bersedih. Orang tuanya memutuskan berpisah dan Sooyoung harus tinggal sendiri dengan ibunya

Jika bisa memilih, maka Sooyoung tidak ingin kedua orang tuanya berpisah, dia ingin mereka bisa bersama selamanya. Dia tidak mau tinggal jauh dari ayah dan kakak perempuannya, namun semua sudah terjadi dan yang bisa Sooyoung lakukan hanya menangis.

Sooyoung menenggelamkan wajahnya yang basah oleh air mata di kedua telapak tangannya, tidak ingin orang lain melihatnya menangis. Namun saat itu juga dia tidak menyadari seseorang berlari ke arahnya, tersengah-engah dan berhenti tidak jauh dari tempatnya duduk.

Pria itu untuk sejenak hanya memandang sosoknya yang menangis dan sendirian di taman yang sepi. Nampak ragu sesaat untuk mendekat, tapi akhirnya dia memberanikan untuk berbicara.

“ Disini kau rupanya “

Seketika itu Sooyoung mendongak untuk melihat seorang pria dengan kulit sawo matang dan rambut hitam pekat tersenyum pahit kepadanya.

781462076

“ Kai .. “

Sooyoung segera menghapus air matanya dengan kasar namun Kai menghentikan gerakan tangannya.

“ Kau akan melukai wajahmu jika melakukannya dengan kasar .. “

Kai duduk disebelah Sooyoung dan mengulurkan tangannya, menghapus sisa air matanya dengan lembut.

“ Kau baik-baik saja?, aku sudah dengan semunya dari ibuku “ Kai bertanya

Air mata lain kembali menggenang di pelupuk mata cokelatnya, dan saat dia menjawab suaranya jelas terdengar gemetar.

“ Aku tidak mau keluargaku terpisah, aku ingin tinggal dengan orang tua dan kakakku “

“ Kau kan masih punya orang tuaku, aku bisa membaginya denganmu “

“ Aku tahu, Kai, tapi aku tetap tidak mau perceraian ini terjadi “

“ Aku juga, aku juga tidak mau paman dan bibi Choi berpisah, tapi .. “ Kai mengulurkan tangannya lagi dan membelai puncak kepala Sooyoung, “ ini sudah menjadi takdir, Soo, dan yang bisa kita lakukan hanya bersabar. Mungkin ini adalah keputusan terbaik yang bisa diambil kedua orang tuamu, aku yakin mereka sudah mepertimbangkannya dengan baik “

“ Tapi, Kai .. “

“ Kau sudah dewasa, mereka percaya kau bisa menerima semuanya dengan baik. Biarkan kakakmu yang menjaga ayahmu sementara kau menjaga ibumu, dengan begitu kalian tetap akan bisa hidup bahagia meski tidak tinggal bersama. Kau percaya padaku, kan?, semua akan baik-baik saja “

Sooyoung menatap wajah Kai sesaat dan menemukan hatinya menjadi sedikit lebih tenang. Ini terasa sangat aneh, bagaimana setiap tatapan Kai selalu bisa membuatnya tenang dan merasa aman.

“ Hmm, semua akan baik-baik saja “

Dan Kai menarik Sooyoung ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan lembut dan hati-hati. Memberikan kepada gadis itu semua kekuatan yang dia punya, agar dia bisa merasa lebih tenang dan nyaman dalam pelukannya.

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Kai menjadi satu-satunya tempat dia berlari saat sesuatu yang buruk terjadi padanya, pria itu menajdi seperti bagian dari hidupnya yang akan selalu membuatnya merasa baik. Dan Kai tidak keberatan untuk itu, dia justru merasa senang. Dia bisa menjadi pria yang dipercaya oleh gadis yang dia cintai. Ya, Kai memang telah jatuh cinta pada sahabatnya kecilnya sendiri, entah sejak kapan tapi dia ingin selalu menjaga Sooyoung dalam dekapannya.

Bulan desember mulai datang dan salju pertama turun pada suatu sore yang teduh tepat saat Kai dan Sooyoung duduk bersama di loteng di puncak rumah Sooyoung, tempat rahasia mereka berdua sejak kecil.

“ Lihat, salju pertama sudah turun, Kai “ kata Sooyoung dengan riang

Kai yang sedang duduk tidak jauh dari jendela menatap sosok Sooyoung yang tersenyum pada salju diluar. Seseatu tergenggam di tangannya, sebuah kalung berliontinkan bintang kecil yang dipegangnya dengan gugup.

il_570xN.366787712_hdgv

“ Kai, kemarilah dan lihat salju itu “ panggil Sooyoung sambil melambai pada sahabatnya.

Kai menarik nafas dalam dan meneguhkan hatinya, dia sudah mengambil keputusan besar dan sekaranglah waktunya untuk mengutarakan hatinya. Kai melangkahkan kakinya untuk duduk disisi kosong di sebelah Sooyoung, ikut memandang salju turun di luar jendela.

“ Indah, kan? “ kata Sooyoung

“ Hmm, sangat indah .. dan cantik “

Kedua sahabat itu terdiam untuk waktu sejenak sampai Kai memecahkan keheningan diantara mereka.

“ Youngie .. “

“ Hmm? “

Kai menahan suaranya sejenak, “ Bagaimana jika aku katakan padamu bahwa aku .. jatuh cinta padamu “

Sooyoung yang tidak mendengar dengan jelas menoleh perlahan, “ Kau apa? “

Dan Kai melakukannya dengan cepat, mendorong wajahnya ke depan dan mengecup bibir Sooyoung dengan bibirnya. Semua terjadi secara tiba-tiba, buka  hanya bagi Kai namun juga bagi Sooyoung yang membuka matanya lebar dalam keterkejutan.

Untuk beberapa saat berikutnya mereka masih di posisi yang sama, Kai tidak melepaskan ciumannya. Dan Sooyoung akhirnya menyerah, membiarkan dirinya menikmati ciuman pertamanya. Dia memejamkan mata dan membiarkan kehangatan merayap ke seluruh bagian tubuhnya.

Kai tahu Sooyoung sudah menyerah dari keterkejutannya dan menerima apa yang baru saja Kai lakukan secara tiba-tiba. Dia kemudian menarik tubuhnya untuk melihat Sooyoung membuka mata indahnya perlahan.

“ Kai .. “

“ Sstt!! “ Kai membuat Sooyoung berhenti, “ maaf sudah mengejutkanmu, tapi aku sunguh-sungguh dengan perasaanku “

“ Bagaimana bisa kau jatuh cinta padaku? “ tanya Sooyoung dengan polos

Kai tertawa kecil, “ Semua hal darimu membuatku jatuh cinta padamu, semuanya. Aku sudah mengawasimu sejak lama dan berdiam jauh darimu hanya untuk menjagamu. Tapi kemudian aku sadar, aku tidak bisa hanya menyembunyikan perasaan ini, aku pikir kau juga harus tahu “

“ Bagaimana jika aku tidak yakin apakah aku juga mencintaimu? “

“ Aku akan memberimu waktu “

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Bersama dengan berjalannya waktu, cinta sama-sama tumbuh di hati masing-masing dari mereka. Hubungan itu menjadi jauh semakin dalam saat keduanya sama-sama mencintai dan menjaga. Sooyoung tahu dan menyadari perasaannya saat di suatu sore di musim semi dia berjalan ke tempat mereka berdua berjanji bertemu. Dan dari kejauhan, dia bisa melihat Kai menunggu dirinya sambil duduk di salah satu bangku panjang di taman.

Dari jauh dia bisa melihat sosok pria yang selama ini selalu mengisi hari-harinya sejak dia kecil. Dan saat itu dia menyadari semua, bagaimana Kai selama ini menjaganya, menemani setiap hatinya, menenangkan hatinya, membuatnya tersenyum. Kai sudah menjadi bagian yang tidak bisa hilang sehari saja dalam hidupnya.

Kenapa dia tidak menyadarinya sejak dulu?, kenapa dia baru tahu bahwa Kai begitu dekat dengannya dengan semua cinta yang dia punya?. Sooyoung akhirnya memutuskan, bahwa hatinya juga telah memilih Kai menjadi cinta pertamanya.

Flashback off,,

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Sooyoung berdiri dan melamun di dekat salah satu meja minuman, memegang gelasnya dan memutar-mutar cairan berwarna biru di dalamnya. Jessica sedang tidak bersamannya, sahabatnya itu memutuskan untuk memberikan Sooyoung waktunya sendiri.

Kenangan-kenangan masih muncul di ingatannya seperti baru terjadi kemarin, jelas dan nyata. Senyuman pahit terukir di bibirnya, wajahnya yang cantik dengan make up tipis menjadi pucat dan sedih. Walaupun sedang berdiri di tengah sebuah pesta yang ramai, Sooyoung merasa begitu sepi dan sendiri. Dia hanya bisa mendengar sebuah suara deru angin disekelilinya, dan kesunyian menyelimuti hatinya.

“ Sooyoung .. “

Dia kenal betul suara itu dan terakhir kali dia mendengarnya adalah delapan tahun yang lalu.

Flashback on,,

Hari ini Kai nampak bahagia di depan cerminnya, menatap bayangan sebuket bunga mawar merah yang sedang dia bawa di cermin. Ada kertas kecil terikat di bunga tersebut yang bertuliskan “ Happy 4th Aniversary “. Ini sudah empat tahu sejak mereka mengikat janji untuk bersama dalam sebuah hubungan yang lebih dari sahabat. Dan senyum yang mereka di wajah tampan Kai menunjukan betapa bahagiannya dia saat bisa menjalani hubungan selama ini bersama gadis yang sangat dicintainya.

“ Kai?! “

Nyonya Kim masuk ke dalam kamar putranya setelah mengetuk beberapa kali, wajahnya nampak bimbang dan ragu.

“ Ada apa, omma ? “

“ Ibu Sooyoung baru saja menelepon kemari dan dia bilang .. “ Nyonya Kim terhenti

Entah kenapa, sorort mata ibunya memberitahu Kai bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.

“ Ada apa, omma? “ Kai bertanya lagi

“ Ayah Sooyoung di Jepang meninggal, dan hari ini Sooyoung dan ibunya akan pindah dan tinggal di Jepang “

Kai terhenyak dengan berita yang baru saja dia dengar. Tanpa menunggu lebih lama lagi, pria itu berlari melewati ibunya dan keluar dari rumah. Menerjang udara dingin malam hari yang menusuk tubuhnya yang tidak terlindung jaket. Buket bunga di tangannya masih tergenggam erat seraya dia berlari menembus kerumunan orang yang menatapnya dengan aneh atau mengumpat padanya saat tanpa sengaja dia menabrak mereka.

Rumah Sooyoung sudah sepi saat dia tiba dan terengah-engah di halaman depan, Kai memandang berkeliling dan tidak menemukan siapapun. Dia melangkah menaiki tangga kecil dan berdiri di depan pintu.

Beberapa menit setelah dia mengetuk, dia bisa mendengar langkah kaki mendekat dan suara kunci pintu terbuka. Senyum merekah lagi di wajahnya saat sosok Sooyoung muncul dari balik pintu namun dengan wajah yang pucat pasi.

“ Sooyoung “

Kai menghambur ke depan dan memeluk kekasihnya dengan erat, sementara Sooyoung hanya diam, kedua tangannya masih tergatung ke bawah dan tidak bergerak.

“ Apa yang terjadi sebenarnya? “ Kai bertanya dengan cemas

Sooyoung tidak menjawab, mata cokelatnya yang nampak kosong tanpa jiwa menatap Kai dengan sayu. Lama sekali, dan masih tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya yang semakin membuat Kai ketakutan.

“ Ayo kita masuk dulu dan – “

“ Pergilah, Kai “

“ Apa? “

“ Pergilah, Kai, jangan menemuiku lagi “ kata Sooyoung dengan nada datar

“ Apa yang kau bicarakan, Soo? Kenapa aku – “

“ Kita sudah selesai .. “ Sooyoung menghenyakan kedua tangan Kai yang menggenggam erat tangannya, “ hubungan kita … sudah berakhir “

“ Tapi kenapa? “

“ Aku akan pergi jauh setelah ini .. “

“ Aku bisa menunggumu, aku pasti akan menunggumu “

“ Tapi aku tidak mau kau menungguku, hidupku sudah terlalu sulit dengan semua hal yang terjadi tanpa aku harus tahu bahwa kau selalu menungguku “

“ Soo .. “

“ Pergilah!! “

Sooyoung membanting pintu di depanya sebelum Kai menucapkan kata-kata yang lain untuk meyakinkannya. Dan bunga itu jatuh di sana, bunga yang seharusnya menjadi lambang cinta yang abadi akhirnya harus jatuh dan layu.

flowers1

Flashback off,,

 

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Sooyoung berbalik dengan tangannya yang bergetar memegang gelas minumannnya, dia memaksakan sebuah senyuman canggung di bibirnya saat sosok Kai berjalan ke arahnya dengan senyuman yang sama yang selama ini selalu dia rindukan.

tumblr_m8q3tufeqy1qcjsqt

“ Hai, Kai “

“ Hai .. “ Kai menyapa dengan sama canggungnya, “ tidak berganbung dengan yang lain? “ dia bertanya

Sooyoung menggelengkan kepala, “ Tidak, aku tidak terlalu suka keramaian “

Kai tertawa lirih, “ Masih sama seperti dulu? “

“ Hmm “

Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan dan menajuh dari kebisingan pesta yang semakin di penuhi oleh banyak orang.

“ Apa kabarmu, Soo ? “

“ Baik, kau? “

“ Aku juga baik, maaf tidak pernah mengunjungimu sejak kau kembali ke Korea “

“ Tidak apa-apa, aku tahu kau sibuk “

Keduanya sama- sama terdiam dalam suasana canggung yang tidak nyaman yang menyelimuti mereka. Hanya bunyi lirih deru angin dan serangga malam menemani setiap langkah mereka.

“ Aku tidak tahu bulan Desember sudah akan tiba, cuaca mulai dingin akhir-akhir ini “ kata Kai tiba-tiba, sangat terdengar berusaha untuk memecahkan kecanggungan diantara mereka.

Namun Sooyoung menyadari itu, ini adalah pertemuan pertama mereka sejak perpisahan yang tidak menyenangkan lima tahun yang lalu, tidak apa-apa jika keduanya merasa canggung, tapi ada hal lain yang jauh lebih tidak nyaman.

Sooyoung menyadari sebuah cincin telah melingkar di jari tengah Kai, pertanda bahwa pria ini telah memilih orang lain, bahwa pria itu telah membina keluarga baru dan melupakan masa lalunya. Tiba-tiba keputus asaan merayap di sekujur hatinya, memeluk paru-parunya hingga dia sulit bernafas. Namun bersamaan itu kelegaan juga datang, sesuatu yang selama ini dia khawatirkan sudah terjawab.

Bertahun-tahun dia membayangkan bahwa dia telah melukai pria yang mencintainya dengan sepenuh hati, meninggalkannya sendiri dalam kesedihan. Namun sekarang dia tahu bahwa pria itu telah berubah, bahwa sekarang dia baik-baik saja.

Malam-malam telah dia lewati dengan terjaga dan menyesali semua yang sudah dia dapat saat dia memiliki Kai disisinya. Membayangkan banyak hari ulang tahun Kai yang sudah dia lewatkan sendiri hanya untuk berdoa agar pria yang masih dia cintai itu bisa hidup dengan bahagia tanpanya. Dia merindukan segala hal yang ada pada diri Kai, kulit gelapnya, senyum manisnya, suaranya yang berat dan pelukannya yang menenangkan saat dia pertama kali menangis karena kehilangan keluarganya.

Ingin rasanya Sooyoung bisa memutar kembali waktu, memperbaik kesalahan yang sudah dia buat dan mempertahankan Kai disisinya, berjanji akan mencintainya dengan jauh lebih baik. Namun sekarang keadaannya sudah berbeda, Kai bukan lagi miliknya dan hatinya sudah terkunci untuk cinta yang lain.

“ Kai .. “

Sooyoung mendadak berhenti dan memanggil Kai dengan suara lirih yang bergetar, dia mengambil sesuatu dari tasnya dan menyerahkannya pada Kai.

“ Aku kembalikan kalung ini padamu, ini bukan lagi untukku “

Kai nampak terkejut, menatap Sooyoung dan kalung bintang ditangannya dengan bergantian, “ Kau masih menyimpannya? “

“ Aku melewati bertahun-tahun dengan menyesali apa yang telah aku lakukan, bahwa aku telah menyia-nyiakan cintamu begitu saja .. “ Sooyoung tersenyum, “ Aku minta maaf untuk malam itu, aku sudah bersikap sangat egois dan melepaskanmu. Aku menyadari banyak hal setelah kau pergi, bahwa aku tidak pernah jauh darimu sebelumnya, bahwa terlalu banyak kenangan bersamamu yang aku bawa pergi dan semua itu justru membuatku merasa bersalah “

“ Soo .. “

“ Aku senang mendengarmu memanggil namaku lagi setelah sekian lama, dan aku juga senang saat aku tahu kau sudah hidup bahagia bahkan setelah aku meninggalkanmu .. “ Sooyoung berusaha menahan air matanya dengan sekuat tenaga, “ Kai, kau adalah salah satu keajaiban dalam hidupku yang pernah aku temukan. Kau memberiku terlalu banyak untuk aku lupakan, bahkan sampai hari ini. Tapi mungkin kau hanyalah ditakdirkan untuk menjadi kenangan, karena sepertinya kita tidak bisa bersama lagi seperti dulu. “

“ Aku minta maaf .. “ kata Kai

“ Tidak, jika ada yang harus minta maaf maka orang itu adalah aku. Akulah yang meninggalkanmu dan melepaskanmu malam itu. “

“ Kai!! “

Mereka berdua menoleh untuk melihat seorang wanita yang menggandeng gadis kecil dan melambai pada mereka.

“ Daddy!! “ gadis kecil itu berteriak

cjl1b 284900_138782642875644_2941426_n

Kai tersenyum pada keduanya dan menoleh lagi pada Sooyoung masih dengan senyuman yang sama.

“ Aku benar-benar sudah melepasmu sekarang, sudah tidak ada lagi rasa bersalah yang harus aku tanggung. Kau sudah bahagia dan aku merasa lebih dari cukup saat melihamumu bersama keluarga kecilmu “ kata Sooyoung

Kai mengambil salah satu tangan Sooyoung dan mengembalikan lagi kalung yang tadi diberikan Sooyoung.

“ Aku sudah bahagia, dan aku harap kau juga bisa menemukan kebahagiaanmu sendiri. Kau bisa menyimpan kalung ini sampai kau menemukan cintamu yang lain, anggap saja ini sebagai hal terakhir yang bisa aku berikan padamu sebagi sahabat “

Dan saat Kai berbailk pergi menuju istri dan putrinya yang sudah menunggu, sebulir air mata jatuh dan lepas dari pertahanannya. Air mata untuk kebahagiaan dan penyesalan, sebuah air mata dari kekasih yang kini menjadi sahabat.

Jika ditanya bagaimana perasaannya sekarang, maka dia akan mengatakan bahwa dia menyesal namun bahagia. Satu-satunya hal yang membuat dia tidak bisa membuka hatinya untuk cinta lain selama beberapa tahun terakhir ini adalah karena dia terus dihantui rasa bersalah, dia khawatir telah melukai Kai dan menghancurkan hidupnya. Namun begitu melihat kelurga kecil yang dia punya sekarang, Sooyoung tahu bahwa hidup Kai sudah jauh lebih baik, paling tidak dari hidupnya sendiri.

Dan kini Sooyoung akan membuka lembaran baru, dia akan mencari cintanya sendiri yang akan menemaninya sampai akhir hidupnya nanti. Dan untuk Kai, sosok itu akan terus tersimpan dalam hatinya untuk selamanya. Sebagai sebuah memori indah yang pernah dia lewati di awal bulan desember.

colorful_stripes_lines_love_heart_blue_red_green_photosculpture-r62e7d9d62dc14984a4070fbc58e66821_x7sai_8byvr_512

Note : Hai guys, kembali lagi dengan oneshot dan soongfic yang lain ^^ Aku terima request dari kalian nih 😀 karena aku sedang tidak punya banyak waktu untuk menulis cerita berseries, jadi aku terima songfic request ^^ kalian bisa kirimkan ide judul lagu dan Sooyoung couple kalian lewat komen atau twiter aku >> @aulyadella

Thank you >_<

20 thoughts on “[Oneshot] Back To December

  1. chevelyyn berkata:

    Uwahhh, aku kira sooyoung sm kai bakal bersatu juga akhir2nyaaa, tau2 enggaa.. bangus ff nyaaa, semangat bikin ff selanjutnyaaa!!

    Aku mau request lagu SM The Ballad – Breath. Pairingnya changsoo kalo bisaaa, thanks ya kakk 😉

  2. Amel Ryriis berkata:

    ;-( hiks,hiks.,
    sebel sndri jdinya 😦 kpngin soo sma kai brstu, aku ksihnnya sma soo,udi lma dia mnysl dan mnunggu kai,tpi akhrnya mlah bgini, jdi mewek akunya 😦

  3. azalea berkata:

    ceritanya sedih..
    Kasian soo eon aku kra kai bkal blik lagi sama soo eon..
    Suka sama ff sookai walau disina ga bsa breng akhrnya..
    Salut sma soo eon yg udah mau nglepasin msa lalunya..
    Nice ff

  4. ayukdam berkata:

    Gak nyangka kalo ending.ny bakal kaya gini…
    Kirain soo ama kai bakal balikan
    Tapi gak papalah.
    .smga aja soo bisa nemu pengganti kai n mulai hidup dngan cinta baru

  5. mikaudrey berkata:

    Sedih amat ceritanyaa
    Berharap Kai sma soo balikan lg
    Tapi Kai malah sama yg lain
    Tapi keren ff nya
    Pas sama lagunya juga

  6. aejfy berkata:

    Aku gak pernah nyangka endingnya bisa begini… Tapi endingnya sukses bikin aku berasa jadi Sooyoung 😥

    Penyesalan dan kebahagiaan, bener-bener ngena ‘-‘
    FF-nya keren!!!
    Ditunggu cerita-cerita selanjutnya!!
    Hwaiting author!!! ^^)9

  7. aejfy berkata:

    Aku gak pernah nyangka endingnya bisa begini… Tapi endingnya sukses bikin aku berasa jadi Sooyoung 😥

    Penyesalan dan kebahagiaan, bener-bener ngena ‘-‘
    FF-nya keren!!!
    Ditunggu cerita yang lainnya 😉
    Hwaiting author!!! ^^)9

  8. fransiscafrtnta24 berkata:

    lah knp sad end ?!! 😥
    kasian soo ……..
    boleh sequel ga thor 😀 ??? pengen tau soo sm siapa selanjutnya ….
    klu ga mau jga gpp 🙂
    ditunggu, hwaiting !

  9. GalaxySooXo berkata:

    Sedihh.. 😦 terharuu.. 😥
    Kenapa harus berakhir sad ending. Padahal awal nya di kirain bakal happy end.
    Tapi overall kerennn.
    Lain kali buat yang soohan dong, tapi harus happy end ya.

Tinggalkan komentar untuk Imajiners

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s